![]() |
| Foto oleh Junnior (Pantai Kusu Lofra) |
Pengertian Abrasi
Abrasi ialah pengikisan daerah pantai akibat gelombang dan arus laut yang sifatnya destruktif. Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) Abrasi ialah pengikisan batuan oleh angin, air atau es yang mengandung bahan yang sifatnya merusak.
Abrasi merupakan salah satu masalah serius yang tanpa disadari adalah merupakan ancaman nyata bagi manusia yang mendiami daerah pesisir pantai. Selain itu luasan garis pantai yang semakin berkurang akan berdampak buruk bagi lingkungan yang akan menyebabkan hilangnya habitat tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang telah mendiami daerah tersebut. Dengan demikian maka penanganan cepat dan tepat adalah suatu keharusan untuk dilakukan.
Masalah abrasi pantai akhir – akhir ini cenderung meningkat di daerah pesisir, ini disebabkan oleh adanya angkutan sedimen menyusur pantai sehingga mengakibatkan berpindahnya sedimen dari satu tempat ke tempat lainnya. Angkutan sedimen menyusur pantai terjadi bila arah gelombang datang membentuk sudut dengan garis normal pantai. Selain hal tersebut factor yang mempengaruhinya adalah besarannya tiupan angin pada daerah tertentu.
Abrasi juga merupakan proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Adapun yang mendapat kerusakan akibat gelombang laut tersebut yaitu tanah dasarnya yang menyebabkan terjadinya penggerusan secara simultan pada partikel tanah oleh air mengalir atau gelombang, arus. Vegetasi alami adalah perlindungan erosi yang paling ramah terhadap lingkungan namun terkadang kondisi ini tidak mungkin untuk pertumbuhan vegetasi yang diakibatkan oleh curah hujan yang besar di lereng, gelombang besar di pantai.
Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipengaruhi oleh gejala alami dan tindakan manusia. Tindakan manusia yang mendorong terjadinya Abrasi adalah pengambilan batu dan pasir di pesisir pantai sebagai bahan bangunan. Selain itu penebangan pohon-pohon pada hutan pantai atau hutan Mangrove memacu terjadinya Abrasi pantai lebih cepat.
Untuk mencegah terjadinya Abrasi pantai perlu dilakukan beberapa cara, yaitu seperti penanaman Mangrove dan pohon-pohon lain pada hutan pantai serta memelihara pohon-pohon tersebut dari gangguan manusia.
2. Penyebab Abrasi
Penyebab terjadinya Abrasi dipengaruhi oleh dua factor, yaitu factor alam dan factor manusia. Factor alam yang menimbulkan abrasi yaitu pengaruh pasang surut air laut, angin diatas lautan yang menghasilkan gelombang dan juga arus laut yang sifatnya merusak. Fenomena alam ini tidak dapat dihindari karena laut memiliki siklusnya tersendiri, dimana pada satu periode angin akan bertiup dengan sangat kencang dan menghasilkan gelombang dan arus laut yang besar.
Sedangkan Abrasi yang disebabkan oleh aktifitas manusia yaitu ;
- Hilangnya vegetasi Mangrove atau hutan Bakau di daerah pesisir pantai, karna penebangan yang tidak beraturan. padahal sebagaimana kita ketahui bahwa Mangrove yang ditanam atau tumbuh dipinggiran pantai, akar - akarnya mampu menahan ombak sehingga dapat menghambat terjadinya pengikisan garis pantai
- Pengambilan Pasir di pantai. aktifitas ini menjadi momok bagi keberadaan garis pantai tersebut. pada umumnya orang yang hidup di pesisir pantai mengharapkan material bangunan dari lokasi dimana mereka tinggal, padahal tanpa disadari ketergantungan tersebut merupakan hal salah yang dibenarkan.
Untuk keberadaan hutan bakau kini banyak yang telah dirusak oleh manusia. Selain itu dapat juga diakibatkan oleh faktor bencana alam seperti tsunami. Rusaknya bibir pantai di perairan Indonesia akibat abrasi itu tidak terlepas dari geologi, kekuatan ombak laut serta pusaran angin.
Pencegahan Abrasi
Abrasi dapat dicegah, karena abrasi bukanlah bentuk bencana yang datang tiba - tiba tanpa diketahui oleh manusia. Untuk mencegah terjadinya Abrasi, maka beberapa hal dapat dilakukan oleh manusia, yaitu :
1. Penanaman dan Pemeliharaan pohon Bakau.
Bakau adalah jenis pepohonan pantai yang akarnya menjulur ke dalam air pantai. Pohon ini lazim ditanam di garis pantai yang sekaligus menjadi pembatas daerah yang berair dengan daerah pantai yang berpasir. Ketika pohon ini tumbuh dan berkembang, akarnya akan semakin kuat sehingga dapat menahan gelombang dan arus laut agar tidak sampai menghancurkan bebatuan atau berbagai macam jenis jenis tanah atau pasir di daerah pantai kemudian mengikisnya sedikit demi sedikit.
2. Pemeliharaan Terumbu Karang
Terumbu karang di dasar laut dapat mengurangi kekuatan gelombang dan arus laut yang akan menyentuh pantai. Karena itu, jika tumbuhan dasar laut ini dilestarikan dan dilindungi, gelombang laut tidak akan seganas biasanya sehingga kemungkinan abrasi pantai dapat diminimalisir.
3. Pelarangan Penambangan Pasir
Regulasi yang demikian sangat berperan penting dalam upaya mengurangi abrasi pantai. Jika persediaan pasir di tepian pantai tetap dalam kategori cukup, maka air pasang, gelombang atau arus laut tidak akan banyak menyentuh garis pantai sehingga dalam hal ini abrasi bisa dihindari karena penyebab utamanya dapat terhalangi untuk menyentuk sasaran.
